Data 63 GB Pelanggan Nakamura Therapy Diduga Diretas!!!Ditemukan Berseliweran di Telegram
18 April 2026 |
By Admin
Tanggerang, 19 April 2026 – peretas yang mengaku bernama "Kyyzo" mengklaim telah berhasil menembus sistem keamanan Nakamura Healing Therapy, sebuah pusat terapi tradisional Jepang yang populer di Indonesia. Peretas tersebut mengatakan telah mengunduh 63 Gigabyte data pelanggan yang mencakup nama, alamat, nomor telepon, riwayat terapi, hingga data pembayaran.
Dalam sebuah unggahan di forum gelap, peretas meminta tebusan sebesar $15.000 USD (sekitar Rp240 juta) yang harus dibayarkan dalam mata uang kripto solana. Jika tidak dipenuhi, seluruh data akan dijual ke pasar gelap dan disebarkan gratis di forum publik.
Namun, manajemen Nakamura Healing Therapy dikabarkan memilih untuk tidak membayar tebusan. Dalam pernyataan internal yang bocor, manajemen disebut lebih memilih "merelakan data pelanggan tersebar" daripada memberikan uang kepada peretas.
Keputusan ini menuai kecaman dari pegiat keamanan siber dan para pelanggan. Banyak yang menilai bahwa risiko penyalahgunaan data pribadi—seperti penipuan, pencurian identitas, hingga pemerasan sekunder—jauh lebih besar daripada nilai tebusan yang diminta.
"Data kesehatan dan data pribadi itu sensitif. Memilih tidak membayar boleh saja, tapi memilih 'merelakan data tersebar' tanpa perlindungan lebih lanjut kepada pelanggan adalah tindakan tidak bertanggung jawab," ujar pakar keamanan siber. yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diturunkan, laman resmi Nakamura Healing Touch (https://nakamura.co.id) masih dapat diakses. Pihak Nakamura belum mengeluarkan pernyataan resmi secara terbuka. Sementara itu, aparat kepolisian siber dikabarkan telah mulai menyelidiki jejak digital peretas.
Komentar
Belum ada komentar.